Jika Kita Kehilangan Yerusalem Maka Kita Tidak Akan Bisa Melindungi Mekah dan Ka'bah

"Jika kita kehilangan Yerusalem maka kita tidak akan bisa melindungi Madinah. Jika kita keilangan Madinah maka kita akan kehilangan Makkah dan Ka'bah." -Erdogan

Itulah ungkapan presiden Erdogan dalam sebuah pidato pada sebuah acara penghargaan di Istanbul (Sumber: rt.com).

Kondisi politik dunia saat ini sedang terguncang akibat ulah Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel secara sepihak.

Hal ini tentu mendapat reaksi keras dari berbagai kalangan. Bukan hanya Islam.

Yerusalem memiliki tiga tempat ibadah yang dimiliki oleh 3 agama yang berbeda. Islam, Yahudai dan Nasrani.

Selama bumi Palestina dan Yerussalem dikuasai oleh Islam maka tidak ada masalah berarti yang terjadi.

Namun, ketika Yahudi mulai mengusik Yerussalem pertumpahan darah terus terjadi. Hingga kini.

Mari kita berdoa agar kita mampu memerdekakan palestina. Sebagaimana tertulis dalam UUD 1945, bahwa kemerdekaan adalah hak semua bangsa. Termasuk PALESTINA!

Kita tidak ingin Yerusalem jatuh ke tangan Yahudi. Jika Yerusalem jatuh maka akan sulit bagi kita untuk mempertahankan Madinah, Mekah dan Ka'bah.

Kita tidak ingin ibadah haji hanya menjadi histori yang tidak bisa kita amalkan lagi.

Apa hubungannya Yerusalem dengan Makah?

Jika Anda mengikuti perkembangan politik timur tengah, tentu Anda tidak akan menanyakan pertanyaan.

Arab Saudi kini diambang pintu kehancuran. Raja Salman telah dikudeta oleh anaknya sendiri, yaitu Ben Salman.

Namun, darah yang mengalir bukanlah darah sang Raja. Tapi darah para pangeran yang melawan Ben Salman.

Tidak hanya nyawa, bahkan harta mereka juga dikuras untuk kepentingan Ben Salman.

Mungkin inilah akhir zaman.

Semoga kita terhindar dari fitnah akhir zaman dan fitnah al-masih Dajja. Amin.

Click to comment