Sejarah Penghianatan Cina di Jogjakarta by Salim A Fillah

Sejarah Penghianatan Cina di Jogjakarta by Salim A Fillah

Sebuah video dengan judul “Fakta Sejarah Keserakahan Etnis Tionghoa Ust Salim A Fillah Orasi Anti Ahok di Istana Negara Jogja“ yang berisi orasi Ustadz Salim A Fillah tentang aksi damai 4 November 2016 dan sejarah penghianatan Cina di Jogjakarta mendapatkan banyak view di YouTube. Sampai hari ini (Kamis 3 November 2016) video yang diupload 4 hari yang lalu itu telah mendapatkan 15.800 view. Berikut adalah isi dari video tersebut:

***

Assalamualaikum Wr Wb 

ALLAHU AKBAR!

Rekan-rekan semuanya yang disayang oleh Allah SWT. Sesungguhnya umat Islam adalah umat yang paling penuh cinta kepada semesta alam ini, sebab mereka mencita-citakan seluruh bumi tunduk dan patuh hanya kepada Allah SWT. Allahu Akbar. Mereka rela berdampingan dengan siapapun, bertetangga demi menunjukkan akhlak mulianya. Tetapi, ketika kemudian dengan penuh toleransi kita semua berada di lingkungan majemuk seperti Negara kita, ada orang yang tidak punya kepekaan untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa dengan menghina sesuatu yang paling suci dan paling kita mulyakan, APA YANG AKAN KITA LAKUKAN? 

Sesungguhnya sejarah berbicara kepada kita, tadi saya ditanya “kenapa ikut-ikutan yang seperti ini mas Salim?” saya jawab “ Perdamayan antara raja Solahidin Al-Ayubi dan Raja Baqfin ke empat ketika itu tetap akan berlangsung, tetapi Solahudin memberi satu syarat, apa itu? (Menyebutkan sebuah nama) orang yang paling banyak melakukan kejahatan, mengusiri kaum muslimin dari kampung-kampungnya, merampoki orang-orang yang berhaji ketika itu ke baitullah dan melakukan penistaan kepada ayat suci diserahkan kepada hukum. Allahu Akbar

Dan sejarah di Jogjakarta ini. Mohon maaf bukan sara, kita ingin sebut satu fakta sejarah. Tahu kenapa saudara-saudara Tionghoa tidak punya hak milih di wilayah Jogjakarta? Hanya mereka diberi hak guna bangunan semata-mata. Mohon maaf ini fakta sejarah yang harus dilihat dan diakui. Pada agresi militer kedua Belanda, Desember 1948 komunitas Tionghoa yang ada di Jogjakarta memberikan sokongan kepada agresor Belanda itu. Maka tahun 1950, ketika tegak kembali NKRI kita dari Jogjakarta ini, mereka sudah bersiap-siap eksodus, oleh sultan Hamengkubuono 9 Allahu yarham, mereka ditenangkan kemudian mengatakan “Anda, meskipun berkhianat untuk ke sekian kalinya ke negeri ini, tetap kami akui sebagai tetangga tidak perlu pergi tinggal lah disini. Tapi mohon maaf saya cabut satu hak anda yaitu hak untuk memiliki tanah, karena keserakahan anda sepanjang sejarang sudah terlihat. 

Inilah kenapa kita punya keistimewaan, di Jogjakarta ini orang-orang yang punya sejak awal mental serakah dibatasi keserakahannya. Dia yang menggusur-gusur, ingin kemudian mendirikan imperiumnya sendiri dengan orang-orang yang kemudia kita tahu siapa dan ditangkan dari mana. Sesungguhnya harus segera diproses secara hukum, karena dia dengan serapan anggarannya yang rendah di DKI. Semuanya dia bangun fasilitas yang diberikan para kontraktor, para pengembang yang tidak bisa diaudit dan kita tidak tahu ada apa dibalik itu. Proses hukum ahok! Isyallah ALLAHU AKBAR!

***

Demikian orasi Ustadz Salim A Fillah tentang penistaan Al-Qur'an yang dilakukan Ahok, aksi bela Islam 4 November 2016 dan sejarah penghianatan Cina di Jogjakarta.

Temukan juga Aqsol Madinah di:

Read Also:

Related Posts
Disqus Comments